202001.27
0
1

Majelis Hakim Pengadilan Agama Diduga Memalsukan Identitas Pemohon

by in Berita

Majelis Hakim 5813/Pdt.G/2019 di Pengadilan Agama Bandung Diduga Memalsukan Identitas Pemohon | Kantor Hukum “M. JUNAEDI & ASSOCIATES (MJA Law Office)” yang beralamat di Ruko Topaz Commercial Blok B No. 9, Jln. Boulevard Barat Summarecon, Kota Bekasi 17143, Jawa Barat, Indonesia, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Dewi Sartika Binti Sujana, dengan NIK: 3273215703780001.

Berdasarkan Surat Kuasa No. : 11/SK/MJA/XII/2019, tertanggal 13 Desember 2019 dan memilih domisili hukum di Kantor kuasanya dengan ini menyampaikan Eksepsi Absolut atas Permohonan Pembatalan Perkawinan perkara No. 5813/Pdt.G/2019/PA.Badg yang diajukan oleh Istri pertama Sdr. Anjas Suryo.

“Sebelumnya Anjas Suryo Bin H.Sardi yang awalnya beragama Kristen Katholik, mengakunya sebagai BUJANGAN dan meminta untuk menikahi klien kami, Sdri. Dewi Sartika. Tanpa diminta serta dengan kehendak sendiri, Anjas Suryo masuk Islam dihadapan petugas KUA Kec. Bandung Kidul. Maka setelah ikrar 2 kalimah syahadat pada tgl 12 Maret 2018 dengan Sertifikat Masuk Islam No. : B-109/kua.10.19.26/BA/03/2018, Anjas Suryo menikahi klien kami secara agama Islam pada hari Sabtu, tanggal 17 Maret 2018 di hadapan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung. Namun, karena Kepala KUAnya sedang ada tugas diluar kota dan Anjas Suryo serta klien kami juga ada tugas di luar kota, sehingga secara administrasi buku nikah terbit pada hari Ahad, tgl 1 April 2018.

Pada tanggal 11 Juni 2018, Anjas Suryo memberitahukan kepada keluarganya yakni Kakak Kandungnya, Marselina Nilasari tentang pernikahannya dengan klien kami. Kemudian, pada tgl 4 Juli 2018 Marselina Nilasari ada keinginan untuk mempertemukan klien kami dengan Agustina Tri Rahayu (konon istri pertamanya Anjas Suryo di Lampung yang sedang libur sekolah di Bandung. Agustina adalah guru SD). Jujur saja klien kami enggan menghadiri ajakan Nilasari untuk bertemu istri pertama Anjas Suryo. Setelah, niat baiknya tidak diindahkan, maka Nilasari menjadi marah kepada klien kami, sehingga meminta Anjas Suryo untuk bercerai dengan klien kami (pasca pernikahan berjalan lebih dari 1 tahun), keluarga dari Anjas Suryo melalui Nilasari mendesak terus untuk menceraikan klien kami, Sdri. Dewi Sartika. Sdr. Anjas Suryo saat ini bekerja selaku Kuasa Pemilik/Pendiri PT. Tritunggal Sahabat Sejati milik kakaknya.

Perusahaan ini bergerak dibidang Alat Kesehatan,” ujar M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL selaku kuasa hukum Dewi Sartika pada awak media Sabtu (25/01/2020). Karena ditekan untuk menceraikan istrinya, Anjas membuat SURAT TANDA BUKTI LAPORAN KEHILANGAN Nomor: STBK/2096/VIII/2019/SPKT, tertanggal 30 Agustus 2019 di Polsek Bandung Kidul, dengan dalih telah kehilangan buku nikahnya No. 0103/005/IV/2018. Kemudian dia mendatangi KUA Kec. Bandung Kidul, maka terbitlah DUPLIKAT KUTIPAN AKTA NIKAH No.: B-359/KUA.19.10.26/PW.01/VIII/2019, tertanggal 30 Agustus 2019. Sungguh, klien kami merasa kaget & shock, serta tidak percaya suaminya yang dipanggilnya “Papah” secara diam-diam membuat duplikat AKTA NIKAH PALSU. Klien kami sudah mengingatkan suaminya untuk mengembalikan Akta tersebut ke KUA Bandung Kidul.

Bahkan, telah juga mengingatkan Nilasari untuk menasehati Anjas Suryo. Tetapi justru dibalas Nilasari dengan kata-kata “Kami punya cara tersendiri untuk menyelesaikan perpisahan kamu dan Anjas” melalui pesan WhatsApp, sambil ngancam “Awas kalo Anjas sampai dipanggil oleh Polsek Bandung Kidul”. Namun, justru Anjas Suryo cuek bebek & mendaftarkan gugatan Cerai Talak ke PA Soreang dgn No Perkara: 5714/Pdt.G/2019/PA Soreang tertanggal 03-09-2019.

Sebetulnya M. Junaedi selaku Kuasa Hukum Dewi Sartika sudah mengingatkan Anjas Suryo via telepon, namun tidak diindahkan. Sehingga, dieksepsi kewenangan kompetensi relatifnya. Alhamdulillah, YM Ibu Nur Akhriyani Zainal, S.H., M.H., selaku Ketua Majelis Hakim menerima & mengabulkan eksepsi Dewi Sartika. Kemudian klien kami membuat LP No.: 166/IX/2019/JBR/RESTABES/SEKTA BDG KIDUL pada hari Senin, tanggal 23 September 2019. Sampai saat ini proses penyidikan masih berlangsung. Tentunya para pihak kaget, termasuk Kepala KUA Kec. Bandung Kidul, setelah ada panggilan dari Polsek Bandung Kidul.

Maka Anjas Suryo mencari cara, walhasil istri pertama yang beragama Katholik diminta untuk mengajukan Permohonan Pembatalan Perkawinan antara dirinya dengan klien kami. “Bilamana Sdr. Anjas Suryo memang ingin mengakhiri pernikahan, yang sudah berlangsung sejak 17 Maret 2018, maka bukanlah dengan cara pembatalan perkawinan, akan tetapi dengan Gugatan Talak Cerai ke PA Bandung dengan terlebih dahulu dibereskan hak dan kewajibannya berdasarkan mufakat bersama. Sebagaimana awalnya baik maka diakhiri dengan kebaikan pula,” imbuh Junaedi. “Kami telah menganalisa gugatan pembatalan perkawinan ini, ternyata ditempuh untuk menghindari dari proses penyidikan yang saat ini sedang berlangsung di Polsek Bandung Kidul. Kami meminta Ketua PA K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *