202009.10
0
0

M. JUNAEDI HADIRI SIDANG LANJUTAN PEMBUKTIAN PERKARA WARIS DI PA TEMANGGUNG

M. JUNAEDI HADIRI SIDANG LANJUTAN PEMBUKTIAN PERKARA WARIS DI PA TEMANGGUNG

Advokat M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL  dari Kantor Hukum M. Junaedi & Rekan (MJA Law Office) yang beralamat di Jln. Dr. Ratna 34A, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, telah tiba di Kabupaten Temanggung dan menginap di  Hotel Indraloka, Jln. Suwandi Suwardi 3,  Temanggung.

Kedatangannya kali ini bersama principal langsung, Ny. Dien Dama dan keluarga besarnya untuk menghadiri sidang pembuktian dalam perkara gugatan waris yang diajukan oleh para ahli waris (almarhum suaminya) Tuan Sugiyatno Bin Siswo Dihardjo terkait adanya gugatan pembagian waris perkara no.: 427/Pdt.G/2020/PA.Tmg.

Untuk antisipasi sidang pembuktian ini, M. Junaedi telah menyusun dan membuat 61 akta bukti dalam Daftar Bukti Tergugat  untuk diajukan dalam sidang pembuktian perkara a quo. Namun, pada sidang pembuktian yang digelar pada hari Rabu, tanggal 9 September 2020, Majelis Hakim memberikan keleluasaan kepada Kuasa Hukum para penggugat untuk mengajukan pembuktian terlebih dahulu karena dalam gugatan, mereka mengajukan Sita Jaminan atas harta-harta yang tidak bergerak milik Tergugat. Ternyata Kuasa Hukum para penggugat hanya menunjukkan photo-copy SHM No.: 229/Bengkal, SHM No.: 795/Bengkal, SHM No. : 1181 dan SHM No. : 1173.  Sedangkan untuk akta bukti rumah Tergugat yang di Perumahan Wahana, Bekasi, Mobil Innova dan Motor Revo, mereka tidak punya akta bukti secuil pun.

Sebagaimana dijelaskan terdahulu oleh M. Junaedi bahwa terkait gugatan terhadap rumah (SHM No. 229/Bengkal) dan kolam ikan (SHM No. 795/Bengkal) yang diajukan oleh para penggugat, dia katakan : “tanah pekarangan yang telah dijadikan rumah alas haknya adalah pernyataan hibah (Almh.) Suwarti ke Sugiyatno di Desa Bengkal pada tgl 24 April 2002, di hadapan Kepala Desa Sanyoto, disaksikan oleh Kadus Sutardi, Kaur Pembangunan Darus dan Sekretaris Desa Bengkal Rovik Budiarto. Yang kemudian (Alm.) Sugiyatno menyuruh adiknya (Alm.) Walyono untuk menaikan status hibah Desa Bengkal menjadi hibah otentik di hadapan PPAT Kecamatan Kranggan, Ny. Anteng Ujiani, S.Sos dengan nomor hibah : 30/hb/2003, tanggal 26 Mei 2003. Sedangkan, tanah yang dijadikan kolam ikan alas haknya adalah pernyataan hibah di Desa Bengkal dari (Almh.) Suwarti ke (Alm.) Sugiyatno dihadapan Kepala Desa Bengkal Soffan Hadi Santoso, yang disaksikan oleh perangkat Desa lainnya seperti Rohman Gunadi, Subandi dan Rovik Budiarto. Sedangkan, sebagaimana ditunjukkan oleh Tergugat (Ny. Dien Dama) kepada kami pada hari Selasa, tanggal 1 September 2020 bahwa aset berupa sawah (SHM No. 1181) dan kebun jati (SHM No. 1173) yang sejatinya mau diberikan kepada para ahli waris (Alm.) Sugiyatno pada proses sidang mediasi yang sudah berjalan, namun urung jadi karena mediasi dianggap “GaTot”. Sehingga, tawaran tersebut dicabut kembali melalui surat yang ditujukan ke Hakim Mediator pada tanggal 18 Mei 2020. 

Bahwa berdasarkan Pasal 1888 KUH Perdata sudah memberikan pengaturan mengenai salinan/photocopy dari sebuah surat/dokumen, yaitu : “Kekuatan pembuktian suatu bukti tulisan adalah pada akta aslinya. Apabila akta yang asli itu ada, maka salinan-salinan serta ikhtisar-ikhtisar hanyalah dapat dipercaya, sekadar salinan-salinan serta ikhtisar-ikhtisar itu sesuai dengan aslinya, yang mana senantiasa dapat diperintahkan mempertunjukkannya“.

Selain itu Mahkamah Agung RI juga telah memberikan penegasan atas bukti berupa photocopy dari surat/dokumen, dengan kaidah hukum sebagai berikut : “Surat bukti photocopy yang tidak pernah diajukan atau tidak pernah ada surat aslinya, harus dikesampingkan sebagai surat bukti.” (Putusan MA No.: 3609 K/Pdt/1985)

Disamping itu, Pasal 1666 KUH Perdata, hibah yang dibuat secara otentik tidak dapat ditarik kembali. Pasal 1666 KUH Perdata menyatakan : “Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, di waktu hidupnya, dengan Cuma-Cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup.”

Bahwa Orang Tua dari suami Ny. Dien Dama (Alm.) Sugiyatno, S.E., (Almh.) Ibu Suwarti memberikan hibah berupa tanah pekarangan tersebut semasa masih hidupnya. Oleh karenanya, sesuai dengan Pasal 847 KUH Perdata dinyatakan :

Tiada seorang pun diperbolehkan bertindak untuk orang yang masih hidup selaku penggantinya

Bahkan, (Alm.) Sugiyatno dan Ny. Dien Dama telah membuat wasiat tertulis secara resmi (Testamen) No. 02 pada hari Jum’at, tanggal 4 Januari 2013 dihadapan Retno Widijanti, S.H., Notaris-PPAT di Temanggung yang isinya adalah “….jika mereka meninggal dunia, maka tanah, rumah dan kolam ikan akan diberikan kepada Saudara dari Ny. Dien Dama, sedangkan tanah kebun dan sawah akan diberikan kepada Saudara dari (Alm.) Sugiyatno….”.

Suatu hal yang wajar bila Tergugat (Ny. Dien Dama) mengajukan gugatan balik terhadap para penggugat karena tersitanya waktu, tenaga, biaya, energy dan kurang nyenyak tidur atas adanya gugatan waris yang dilayangkan sampai ketiga kalinya ini. Adapun gugatan material yang diajukan oleh Ny. Dien Dama selaku Tergugat adalah Rp. 150.000.000,-  dan gugatan Immaterial adalah Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah). Serta meminta penetapan Sita Jaminan atas 2 kotak sawah dengan luas 1.491 M2 a.n. Suwarti, yang ada di Kp. Badran, Rt. 02/06, Desa Badran, Kec. Kranggan, Kab.Temanggung, Jawa Tengah dengan batas-batas : Sebelah Barat      : Jln. Raya Temanggung – Magelang; Sebelah Timur      : PT. Shoenary Javanesia Inc.; Sebelah Utara      : Tanah Sumi / Bekas RM Swalayan/Hotel Cinde Mas; Sebelah Selatan   : PT. Shoenary Javanesia Inc.


UNOFFICIAL  TRANSLATION :

M. JUNAEDI ATTENDED THE ADVANCED SESSION OF THE PROOF OF HEIRS IN TEMANGGUNG RELIGIOUS COURT

Advocate M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL from the Law Office of M. Junaedi & Associates (MJA Law Office) which is located at Jln. Dr. Ratna 34A, Jatibening, Pondokgede, Bekasi City, arrived in Temanggung Regency and stayed at Hotel Indraloka, Jln. Suwandi Suwardi 3, Temanggung.

He came to Temanggung this time with the direct principal, Mrs. Dien Dama and her extended family to attend the evidentiary hearing in the inheritance lawsuit filed by the heirs (her late husband) Mr. Sugiyatno Bin Siswo Dihardjo regarding the inheritance distribution lawsuit case no .: 427 / Pdt.G / 2020 / PA.Tmg.

In anticipation of this evidentiary hearing, M. Junaedi has compiled and made 61 deeds of evidence in the Defendant’s List of Evidence to be submitted in the a quo case proof trial. However, at the evidentiary hearing that was held on Wednesday, September 9, 2020, the Panel of Judges gave the plaintiffs’ attorney for evidence first because in the lawsuit, they filed a Confiscation of Collateral for the immovable assets of the Defendant. It turned out that the plaintiffs’ attorneys only showed a photocopy of SHM No .: 229 / Bengkal, SHM No .: 795 / Bengkal, SHM No. : 1181 and SHM No. : 1173. As for the deed of proof of the Defendant’s house in Wahana Housing, Bekasi, Innova Car and Motor Revo, they do not have any deed of evidences.

As previously explained by M. Junaedi that in relation to the lawsuit against the house (SHM No. 229 / Bengkal) and fish pond (SHM No. 795 / Bengkal) filed by the plaintiffs, he said: Suwarti’s (late) grant statement to Sugiyatno in Bengkal Village on April 24, 2002, in the presence of the Sanyoto Village Chief, witnessed by Kadus Sutardi, Head of Development Darus and Village Secretary of Bengkal Rovik Budiarto. Then (late) Sugiyatno asked his younger brother (late) Walyono to upgrade the Bengkal Village grant to an authentic grant in front of the PPAT Kranggan District, Ny. Anteng Ujiani, S.Sos with a grant number: 30 / hb / 2003, dated May 26, 2003. Meanwhile, the land that was used as a fish pond for his rights was a grant statement in Bengkal Village from (late) Suwarti to (late) Sugiyatno before the Head Bengkal Soffan Hadi Santoso Village, which was witnessed by other village officials such as Rohman Gunadi, Subandi and Rovik Budiarto. Meanwhile, as shown by the Defendant (Mrs. Dien Dama) to us on Tuesday, September 1, 2020, the assets in the form of rice fields (SHM No. 1181) and teak gardens (SHM No. 1173) were actually going to be given to the heirs ( Alm.) Sugiyatno at the mediation trial process that was already underway, but it was canceled because the mediation was considered “GaTot”. Thus, the offer was withdrawn by means of a letter addressed to the Mediator Judge on May 18, 2020.

Whereas based on Article 1888 of the Civil Code has provided arrangements regarding a copy / photocopy of a letter / document, namely: “The power of proof of written evidence is the original deed. If the original deed exists, the copies and summaries can only be trusted. Only copies and summaries are in accordance with the originals, which can always be ordered to show “.

In addition, the Indonesian Supreme Court has also confirmed the evidence in the form of a photocopy of a letter / document, with the following legal principles: “A photocopy of evidence that has never been filed or an original letter has never existed, must be set aside as a proof.” (Supreme Court Decision No .: 3609 K / Pdt / 1985)

In addition, Article 1666 of the Civil Code, grants made authentically cannot be withdrawn. Article 1666 of the Civil Code states: “A grant is an agreement whereby the giver, during his lifetime, with Only and irrevocably, surrenders something for the needs of the grantee receiving the surrender. The law does not recognize other grants other than grants between the living. ”

That the parents of Mrs. Dien Dama (late) Sugiyatno, S.E., (late.) Mrs. Suwarti gave a grant in the form of this homestead while she was still alive. Therefore, in accordance with Article 847 of the Civil Code it is stated:

“No one is allowed to act for the person who is still alive as his successor”

In fact, (late) Sugiyatno and Mrs. Dien Dama has made an official written will (Testamen) No. 02 on Friday, January 4, 2013 in front of Retno Widijanti, S.H., Notary-PPAT in Temanggung which said “… .if they die, then the land, house and fish pond will be given to you from Mrs. Dien Dama, while the garden and rice fields will be given to Brother from (late) Sugiyatno…. ”.

It is normal for the Defendant (Mrs. Dien Dama) to file a counterclaim against the plaintiffs because of their time, energy, cost, energy and lack of sleep due to the inheritance lawsuit that was filed for the third time. The material lawsuit filed by Mrs. Dien Dama as the Defendant is Rp. 150,000,000, – and the Immaterial lawsuit is Rp. 1,000,000,000, – (One Billion Rupiah). As well as asking for the stipulation of Collateral Confiscation for 2 boxes of rice fields with an area of ​​1,491 M2 a.n. Suwarti, who is in Kp. Badran, Rt. 02/06, Badran Village, Kec. Kranggan, Kab.Temanggung, Central Java with boundaries: West side: Jln. Raya Temanggung – Magelang; East side: PT. Shoenary Javanesia Inc .; North side: Tanah Sumi / Former RM Supermarkets / Hotel Cinde Mas; South side: PT. Shoenary Javanesia Inc.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *