202009.01
0
0

M. JUNAEDI HADIRI SIDANG PEMBUKTIAN PERKARA WARIS DI PA TEMANGGUNG

M. JUNAEDI HADIRI SIDANG PEMBUKTIAN PERKARA WARIS DI PA TEMANGGUNG

Advokat M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL  dari Kantor Hukum M. Junaedi & Rekan (MJA Law Office) yang beralamat di Jln. Ratna 34A, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, telah tiba di Kabupaten Temanggung dan menginap di  Hotel Indraloka, Jln. Suwandi Suwardi 3,  Temanggung.

Kedatangannya kali ini bersama principal langsung, Ny. Dien Dama dan keluarga besarnya untuk menghadiri sidang pembuktian dalam perkara gugatan waris yang diajukan oleh para ahli waris (almarhum suaminya) Tuan Sugiyatno Bin Siswo Dihardjo terkait adanya gugatan pembagian waris perkara no.: 427/Pdt.G/2020/PA.Tmg.

Untuk antisipasi sidang pembuktian ini, M. Junaedi telah menyusun dan membuat 60 akta bukti dalam Daftar Bukti Tergugat untuk diajukan dalam sidang pembuktian perkara a quo. Namun, pas sidang dibuka, ternyata pihak penggugat melalui Kuasa Hukumnya belum siap dengan dokumen pembuktiannya. Sehingga Majelis Hakim menunda sidang dan sidang dilanjutkan pada hari Rabu, tanggal 9 September 2020.

Selepas sidang, M. Junaedi mendampingi Ny Dien Dama untuk menagih tabungannya di BMT Al-Quddus, Cabang Tembarak, Kabupaten Temanggung, dilanjutkan dengan survey ke potensi tanah waris yang belum dibagikan oleh orang tua (Alm.) Sugiyatno yang berlokasi di Kp Badran, Kec. Kranggan, Kab. Temanggung dan selanjutnya ikut mendampingi ziarah kubur ke almarhum ayah dan suami Ny. Dien Dama di Pemakaman Muslim di Desa Bengkal.

Ny Dien Dama juga sempat menunjukkan aset berupa sawah dan kebun jati (SHM No. 1181 dan SHM No. 1173) yang sejatinya mau diberikan kepada para ahli waris (Alm.) Sugiyatno pada proses sidang mediasi yang sudah berjalan, namun urung jadi karena mediasi dianggap “GaTot”. Sehingga, tawaran tersebut dicabut kembali melalui surat yang ditujukan ke Hakim Mediator pada tanggal 18 Mei 2020. 

M. Junaedi menjelaskan bahwa terkait gugatan terhadap rumah dan kolam ikan yang diajukan oleh para penggugat, dia katakan : “tanah pekarangan yang telah dijadikan rumah alas haknya adalah pernyataan hibah (Almh.) Suwarti ke Sugiyatno di Desa Bengkal pada tgl 24 April 2002, di hadapan Kepala Desa Sanyoto, disaksikan oleh Kadus Sutardi, Kaur Pembangunan Darus dan Sekretaris Desa Bengkal Rovik Budiarto. Yang kemudian (Alm.) Sugiyatno menyuruh adiknya (Alm.) Walyono untuk manaikan status hibah Desa Bengkal menjadi hibah otentik di hadapan PPAT Kecamatan Kranggan, Ny. Anteng Ujiani, S.Sos dengan nomor hibah : 30/hb/2003, tanggal 26 Mei 2003. Sedangkan, tanah yang dijadikan kolam ikan dasarnya adalah pernyataan hibah di Desa Bengkal dari (Almh.) Suwarti ke (Alm.) Sugiyatno dihadapan Kepala Desa Bengkal Soffan Hadi Santoso, yang disaksikan oleh perangkat Desa lainnya seperti Rohman Gunadi, Subandi dan Rovik Budiarto.

Bahwa berdasarkan Pasal 1666 KUH Perdata, hibah yang dibuat secara otentik tidak dapat ditarik kembali. Pasal 1666 KUH Perdata menyatakan : “Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, di waktu hidupnya, dengan Cuma-Cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup.”

Bahwa Orang Tua dari suami Ny. Dien Dama (Alm.) Sugiyatno, S.E., (Almh.) Ibu Suwarti memberikan hibah berupa tanah pekarangan tersebut semasa masih hidupnya. Oleh karenanya, sesuai dengan Pasal 847 KUH Perdata dinyatakan :

Tiada seorang pun diperbolehkan bertindak untuk orang yang masih hidup selaku penggantinya

Bahkan, (Alm.) Sugiyatno dan Ny. Dien Dama telah membuat wasiat tertulis secara resmi (Testamen) No. 02 pada hari Jum’at, tanggal 4 Januari 2013 dihadapan Retno Widijanti, S.H., Notaris-PPAT di Temanggung yang isinya adalah “….jika mereka meninggal dunia, maka tanah, rumah dan kolam ikan akan diberikan kepada Saudara dari Ny. Dien Dama, sedangkan tanah kebun dan sawah akan diberikan kepada Saudara dari (Alm.) Sugiyatno….”.

Kuasa Hukum Para Penggugat juga meletakkan Sita Jaminan dalam gugatannya terhadap semua harta benda milik Ny. Dien Dama, seperti rumah yang ditempatinya di Kota Bekasi, kendaraan roda empat (Innova) dan kendaraan roda dua (motor Revo). Namun, kesemuanya tanpa ada bukti kepemilikan dan untuk benda tidak bergerak tidak ada batas-batas tanahnya milik siapa dan dengan siapa.

Suatu hal yang wajar bila Tergugat (Ny. Dien Dama) mengajukan gugatan balik terhadap para penggugat karena tersitanya waktu, tenaga, biaya, energy dan kurang nyenyak tidur atas adanya gugatan waris yang dilayangkan sampai ketiga kalinya ini. Adapun gugatan material yang diajukan oleh Ny. Dien Dama selaku Tergugat adalah Rp. 150.000.000,-  dan gugatan Immaterial adalah Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah). Serta meminta penetapan Sita Jaminan atas 2 kotak sawah dengan luas 1.491 M2 a.n. Suwarti, yang ada di Kp. Badran, Rt. 02/06, Desa Badran, Kec. Kranggan, Kab.Temanggung, Jawa Tengah dengan batas-batas : Sebelah Barat      : Jln. Raya Temanggung – Magelang; Sebelah Timur      : PT. Shoenary Javanesia Inc.; Sebelah Utara      : Tanah Sumi / Bekas RM Swalayan/Hotel Cinde Mas; Sebelah Selatan   : PT. Shoenary Javanesia Inc.

 

UNOFFICIAL TRANSLATION :

M. JUNAEDI ATTENDED THE HERITAGE COURT TRIAL AT PA TEMANGGUNG

Advocate M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL from the Law Office of M. Junaedi & Associates (MJA Law Office) Bekasi, arrived in Temanggung Regency and stayed at Hotel Indraloka, Jln. Suwandi Suwardi 3, Temanggung.

This time he came along with the principal, Mrs. Dien Dama and her extended family to attend the evidentiary hearing in the inheritance lawsuit filed by the heirs (her late husband) Mr. Sugiyatno Bin Siswo Dihardjo regarding the inheritance distribution lawsuit case no .: 427 / Pdt.G / 2020 / PA.Tmg.

M. Junaedi has compiled and prepared 60 deeds of evidence in the Defendant’s List of Evidence to be submitted to the trial to prove the a quo case. However, when the trial was opened, it turned out that the plaintiff, through its legal counsel, was not ready with the document of evidence. So that the Panel of Judges postponed the trial and the trial continued on Wednesday, September 9, 2020.

After the trial, M. Junaedi accompanied Mrs. Dien Dama to collect her savings at BMT Al-Quddus, Tembarak Branch, Temanggung Regency, followed by a survey of potential inherited land that had not been distributed by (the late) Sugiyatno’s parents, located in Kp Badran, Kec. Kranggan, Kab. Temanggung and then the grave pilgrimage to the late father and husband of Mrs. Dien Dama at the Muslim Cemetery in Bengkal Village.

Mrs. Dien Dama also showed assets in the form of rice fields and teak gardens (SHM No. 1181 and SHM No. 1173) which Sugiyatno actually wanted to give to the heirs (late) of Sugiyatno during the ongoing mediation trial, but they failed because the mediation was considered “totally fail”. Thus, the offer was withdrawn by means of a letter addressed to the Mediator Judge on May 18, 2020.

M. Junaedi explained that in relation to the lawsuit against the house and fish pond filed by the plaintiffs, he said: “The homestead which has been used as a house for its rights is Suwarti’s (late) grant statement to Sugiyatno in Bengkal Village on April 24, 2002, at in the presence of the Sanyoto as Village Head, witnessed by Kadus Sutardi, Head of Development Darus and Village Secretary of Bengkal Rovik Budiarto. Then (late) Sugiyatno asked his younger brother (late) Walyono to upgrade the Village grant status to become an authentic grant in front of PPAT Bengkal District, Ny. Anteng Ujiani, S.Sos with grant number: 30 / hb / 2003, dated May 26, 2003. Meanwhile, the land used as a fish pond was a grant statement in Bengkal Village from (late) Suwarti to (late) Sugiyatno in front of the Village Head Bengkal Soffan Hadi Santoso, who was witnessed by other village officials such as Rohman Gunadi, Subandi and Rovik Budiarto.

Whereas based on Article 1666 of the Civil Code, a grant made authentically cannot be withdrawn. Article 1666 of the Civil Code states: “A grant is an agreement whereby the grantee, at the time of his life, for free and irrevocably surrenders something for the needs of the recipient of the gift who receives the delivery. The law does not recognize other grants other than grants between living persons. “

That the parents of  (late) Sugiyatno, S.E., (late.) Ms. Suwarti gave a grant in the form of this homestead while she was still alive. Therefore, in accordance with Article 847 of the Civil Code it is stated:

“No one is allowed to act for the person who is still alive as his successor”

In fact, (late) Sugiyatno and Mrs. Dien Dama has made an official written will (Testamen) No. 02 on Friday, January 4, 2013 in front of Retno Widijanti, S.H., Notary-PPAT in Temanggung which said “… .if they die, then land, house and fish pond will be given to the family from Mrs. Dien Dama, while the garden and rice fields will be given to the family from (late) Sugiyatno…. ”.

The Plaintiffs’ attorney also placed Collateral Confiscation in their lawsuit against all of Mrs. Dien Dama, like the house he occupies in Bekasi City, four-wheeled vehicles (Innova) and two-wheeled vehicles (Revo motorbikes). However, all of them are without proof of ownership and for immovable objects there are no boundaries to whose land belongs to whom and with whom.

It is normal for the Defendant (Mrs. Dien Dama) to file a counterclaim against the plaintiffs because of her time, energy, cost, energy and lack of sleep due to the inheritance lawsuit that was filed for the third time. The material lawsuit filed by Mrs. Dien Dama as the Defendant is Rp. 150,000,000, – and the Immaterial lawsuit is Rp. 1,000,000,000, – (One Billion Rupiah). As well as asking for the stipulation of Collateral Confiscation of 2 boxes of rice fields with an area of ​​1,491 M2 a.n. Suwarti, who is in Kp. Badran, Rt. 02/06, Badran Village, Kec. Kranggan, Kab.Temanggung, Central Java with boundaries: West side: Jln. Raya Temanggung – Magelang; East side: PT. Shoenary Javanesia Inc .; North side: Tanah Sumi / Former RM Supermarkets / Hotel Cinde Mas; South side: PT. Shoenary Javanesia Inc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *