202106.18
0
0

M. JUNAEDI & NAILY SUROYYA HADIRI SIDANG LAPANGAN PERKARA GUGATAN WARIS DI DESA BENGKAL, TEMANGGUNG

M. JUNAEDI & NAILY SUROYYA HADIRI SIDANG LAPANGAN PERKARA 427 TERKAIT GUGATAN WARIS DI DESA BENGKAL, KEC. KRANGGAN, KABUPATEN TEMANGGUNG   

TEMANGGUNG – Adv. M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL dan Adv. Naily Suroyya, S.H., dari Kantor Hukum M. Junaedi & Rekan (MJA Law Office), yang berkedudukan di Jln. Dr. Ratna Raya No. 34A, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi (Gedung 212 – Goro, sebrang RM Kampung Kecil) dan/atau Jl. Taman Heliconia Blok HP1, Tanah Apit No. 33A, Pusaka Rakyat, Kec. Tarumajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat 17214 dan/atau  Jln. Garuda 6 Blok H13-15, Rt. 03/024, BGA 2, Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi 17519, telah menghadiri Sidang Lapangan atau Pemeriksaan Setempat (PS) dengan nomor perkara : 427/Pdt.G/2020/PA TMG terkait Gugatan Pembagian Waris di Desa Bengkal, Kec. Kranggan, Kabupaten Temanggung,  pada hari Kamis pagi, tanggal 17 Juni 2021.

Dalam sidang lapangan ini kedua Kuasa Hukum tersebut mewakili Ny. Dien Dama selaku Tergugat dan telah menjelaskan batas-batas tanah sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No. 1173/Bengkal tanggal 11 Desember 2012 dengan luas 959 M2, Lokasi: Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Pemegang Hak terakhir adalah Ny. Dien Dama (sebidang tanah dimanfaatkan untuk tegalan) pd tgl 29 APRIL 2016 dgn Wrk: 4376-16 & Di: 9833-16, dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara            :   Ibu Sunarti

Sebelah Timur           :   Bapak Rohman Sowali dan Ibu Waldonah

Sebelah Barat            :   Ibu Budi Astuti dan Saluran Air

Sebelah Selatan         :   Ibu Budi Astuti

Dan juga menjelaskan terkait batas-batas sawah sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No. 1181/Bengkal tanggal 11 Desember 2012 dengan luas 3.476 M2, Lokasi: Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Pemegang Hak terakhir adalah Ny. Dien Dama (sebidang tanah sawah) pd tgl 27 April 2016 dgn Wrk: 4214-16 & Di: 9527-16, dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara            :   Ibu Sunarti

Sebelah Timur           :   Bapak Nasrudin dan Almarhumah Ibu Suwarti

Sebelah Barat            :   Almarhum Bapak Sunarto

Sebelah Selatan         :   Almarhum Bapak Sunarto

Ny. Dien Dama telah melakukan balik nama karena menurutnya baik sawah maupun kebon jati tersebut dihibahkan oleh (Alm.) Suwarti, ibu kandung (Alm.) Sugiyatno, tatkala mereka sudah menikah.

Kuasa Hukum Para Penggugat juga meminta Majelis Hakim perkara a quo untuk melihat rumah dan kolam ikan, yang notabene telah dijual. Padahal, telah dijelaskan sebelumnya (1 September 2020) oleh M. Junaedi bahwa terkait gugatan terhadap rumah dan kolam ikan yang diajukan oleh para penggugat, dia katakan : “tanah pekarangan yang telah dijadikan rumah alas haknya adalah pernyataan hibah (Almh.) Suwarti ke Sugiyatno di Desa Bengkal pada tgl 24 April 2002, di hadapan Kepala Desa Sanyoto, disaksikan oleh Kadus Sutardi, Kaur Pembangunan Darus dan Sekretaris Desa Bengkal Rovik Budiarto. Yang kemudian (Alm.) Sugiyatno menyuruh adiknya (Alm.) Walyono untuk manaikan status hibah Desa Bengkal menjadi hibah otentik di hadapan PPAT Kecamatan Kranggan, Ny. Anteng Ujiani, S.Sos dengan nomor hibah : 30/hb/2003, tanggal 26 Mei 2003. Sedangkan, tanah yang dijadikan kolam ikan dasarnya adalah pernyataan hibah di Desa Bengkal dari (Almh.) Suwarti ke (Alm.) Sugiyatno dihadapan Kepala Desa Bengkal Soffan Hadi Santoso, yang disaksikan oleh perangkat Desa lainnya seperti Rohman Gunadi, Subandi dan Rovik Budiarto.

Bahwa berdasarkan Pasal 1666 KUH Perdata, hibah yang dibuat secara otentik tidak dapat ditarik kembali. Pasal 1666 KUH Perdata menyatakan : “Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah, di waktu hidupnya, dengan Cuma-Cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Undang-undang tidak mengakui lain-lain hibah selain hibah-hibah di antara orang-orang yang masih hidup.”

Bahwa Orang Tua dari suami Ny. Dien Dama (Alm.) Sugiyatno, S.E., (Almh.) Ibu Suwarti memberikan hibah berupa tanah pekarangan tersebut semasa masih hidupnya. Oleh karenanya, sesuai dengan Pasal 847 KUH Perdata dinyatakan :

Tiada seorang pun diperbolehkan bertindak untuk orang yang masih hidup selaku penggantinya

Bahkan, (Alm.) Sugiyatno dan Ny. Dien Dama telah membuat wasiat tertulis secara resmi (Testamen) No. 02 pada hari Jum’at, tanggal 4 Januari 2013 dihadapan Retno Widijanti, S.H., Notaris-PPAT di Temanggung yang isinya adalah “….jika mereka meninggal dunia, maka tanah, rumah dan kolam ikan akan diberikan kepada Saudara dari Ny. Dien Dama, sedangkan tanah kebun dan sawah akan diberikan kepada Saudara dari (Alm.) Sugiyatno….”.

Kuasa Hukum Para Penggugat juga meletakkan Sita Jaminan dalam gugatannya terhadap semua harta benda milik Ny. Dien Dama, seperti rumah yang ditempatinya di Kota Bekasi, kendaraan roda empat (Innova) dan kendaraan roda dua (motor Revo). Namun, kesemuanya tanpa ada bukti kepemilikan dan untuk benda tidak bergerak tidak ada batas-batas tanahnya: milik siapa dan berbatasan dengan siapa. Yang kesemuanya ini telah dibantah melalui saksi-saksi dan bukti-bukti dari Ny. Dien Dama selaku tergugat.

Suatu hal yang wajar bila Tergugat (Ny. Dien Dama) mengajukan gugatan balik terhadap para penggugat karena tersitanya waktu, tenaga, biaya, energi dan kurang nyenyak tidur atas adanya gugatan waris yang dilayangkan sampai ketiga kalinya ini. Adapun gugatan material yang diajukan oleh Ny. Dien Dama selaku Tergugat adalah Rp. 150.000.000,-  (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan gugatan Immaterial adalah Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah). Serta gugatan balik atas objek waris yang masih belum dibagikan yakni berupa 2 kotak sawah dengan luas 1.491 M2 a.n. Suwarti, yang ada di Kp. Badran, Rt. 02/06, Desa Badran, Kec. Kranggan, Kab.Temanggung, Jawa Tengah dengan batas-batas : Sebelah Barat      : Jln. Raya Temanggung – Magelang; Sebelah Timur      : PT. Shoenary Javanesia Inc.; Sebelah Utara      : Tanah Sumi / Bekas RM Swalayan/Hotel Cinde Mas; Sebelah Selatan   : PT. Shoenary Javanesia Inc.

Majelis Hakim perkara a quo mengatakan: “Untuk melakukan Sidang Lapangan atau Pemeriksaan Setempat di Desa Badran, tunggu saja pemberitahuan lebih lanjutnya nanti dari PA Temanggung”.


UNOFFICIAL TRANSLATION :

M. JUNAEDI & NAILY SURROYA ATTENDED AT THE FIELD COURT OF CASE 427 REGARDING AN INHERITANCE LEGAL CLAIMS IN BENGKAL VILLAGE, KEC. KRANGGAN, TEMANGGUNG DISTRICT

TEMANGGUNG – Adv. M. Junaedi, A.Md., S.H., CIL and Adv. Naily Surroya, S.H., from the Law Office of M. Junaedi & Associates (MJA Law Office),
which is domiciled at Jln. Dr. Ratna Raya No. 34A, Jatibening, Pondokgede, Bekasi City (212 Building – Goro, opposite RM Kampung Kecil) and/or
Jl. Heliconia Park Block HP1, Tanah Apit No. 33A, People's Heritage, Kec. Tarumajaya, Bekasi City, West Java 17214 and/or Jln. Garuda 6 Block H13-15,
Rt. 03/024, BGA 2, Sumberjaya, South Tambun, Bekasi Regency 17519, has attended the Field Session or Local Examination (PS) with case number: 427/Pdt.G/2020/PA TMG 
regarding the Inheritance Distribution Lawsuit in Bengkal Village, Kec. Kranggan, Temanggung Regency, on Thursday morning, June 17, 2021.

In this field trial, the two attorneys represented Mrs. Dien Dama as the Defendant and has explained the boundaries of the land in accordance with the Certificate of Ownership No. 1173/Bengkal
dated December 11, 2012 with an area of ​​959 M2, Location: Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency, the last right holder is Mrs. Dien Dama (a plot of land used for mooring) on ​​29 APRIL 2016 with Wrk: 4376-16 & Di: 9833-16, with the following boundaries:

North side          :   Mrs Sunarti

To the East         :   Mr Rohman Sowali and Mrs. Waldonah

To the West         :   Mrs Budi Astuti and Waterways

To the south        :  Mrs Budi Astuti

And also explained related to the boundaries of the fields in accordance with the Certificate of Ownership No. 1181/Bengkal dated December 11, 2012 with an area of ​​3,476 M2, Location: Bengkal Village, Kranggan Subdistrict, Temanggung Regency, the latest right holder is Mrs. Dien Dama (a plot of rice field land) on 27 April 2016 with Wrk: 4214-16 & Di: 9527-16, with the following boundaries:

North side          :   Mrs Sunarti

To the East          :   Mr Nasrudin and the late Ms. Suwarti

West side          :   The late Mr. Sunarto

To the South        :  The late Mr. Sunarto

Mrs. Dien Dama has changed the name because according to her both the rice fields and teak gardens were donated by (the late) Suwarti, the biological mother of (the late) Sugiyatno,
when they were married.

The Plaintiffs' attorneys also asked the Panel of Judges in the a quo case to look at the house and fish pond, which incidentally had been sold. In fact, as previously explained
(1 September 2020) by M. Junaedi that related to the lawsuit against the house and fish pond filed by the plaintiffs, he said: "The yard land that has been used as a home for the rights 
is a statement of grant (Almh.) Suwarti to Sugiyatno in Bengkal Village on 24 April 2002, in the presence of the Sanyoto Village Head, witnessed by the Head of the Sutardi Village,
the Darus Development Head and the Bengkal Village Secretary Rovik Budiarto. Then (the late) Sugiyatno ordered his younger brother (the late) Walyono to raise the status of the
Bengkal Village grant to an authentic grant in front of PPAT Kranggan District, Ny. Anteng Ujii, S.Sos with grant number: 30/hb/2003, dated May 26, 2003. Meanwhile, the land used 
as a fish pond is basically a statement of grant in Bengkal Village from (late) Suwarti to (late) Sugiyatno before the Village Head Bengkal Soffan Hadi Santoso, witnessed by other 
village officials such as Rohman Gunadi, Subandi and Rovik Budiarto.
Whereas based on Article 1666 of the Civil Code, authentically made grants cannot be withdrawn. Article 1666 of the Civil Code states: "A grant is an agreement whereby the donor, 
during his lifetime, free of charge and irrevocably, submits an object for the purposes of the recipient of the grant who receives the delivery. The law does not recognize other grants
other than grants among living persons."

That the parents of Mrs. Dien Dama (Alm.) Sugiyatno, S.E., (Almh.) Mrs. Suwarti gave a gift in the form of the plot of land while she was still alive. Therefore, in accordance
with Article 847 of the Civil Code it is stated:

"No one is allowed to act for a living person in his stead"

In fact, (the late) Sugiyatno and Mrs. Dien Dama has made an official written will (Testament) No. 02 on Friday, January 4, 2013 before Retno Widijanti, S.H., Notary-PPAT in 
Temanggung which reads “….if they die, the land, house and fish pond will be given to Brother from Ny. Dien Dama, while the land for gardens and rice fields will be given to you 
from (the late) Sugiyatno…”.

The Plaintiffs' attorneys also placed a confiscation of collateral in their lawsuit against all property belonging to Mrs. Dien Dama, such as the house he occupies in Bekasi City,
four-wheeled vehicles (Innova) and two-wheeled vehicles (Revo motorcycles). However, all of them are without proof of ownership and for immovable property there are no land boundaries: 
who owns it and who borders with whom. All of which have been refuted through witnesses and evidence from Mrs. Dien Dama as the defendant.
The Plaintiffs' attorneys also placed a confiscation of collateral in their lawsuit against all property belonging to Mrs. Dien Dama, such as the house he occupies in Bekasi City, 
four-wheeled vehicles (Innova) and two-wheeled vehicles (Revo motorcycles). However, all of them are without proof of ownership and for immovable property there are no land boundaries: 
who owns it and who borders with whom. All of which have been refuted through witnesses and evidence from Mrs. Dien Dama as the defendant.

It is natural for the Defendant (Mrs. Dien Dama) to file a counterclaim against the plaintiffs because of the time, effort, cost, energy and lack of sleep due to the inheritance lawsuit
which was filed for the third time. The material lawsuit filed by Mrs. Dien Dama as the Defendant is Rp. 150,000,000,- (One Hundred and Fifty Million Rupiah) and the Immaterial claim is
Rp. 1,000,000,000, - (One Billion Rupiah). As well as a counterclaim for the object of inheritance that has not been distributed, namely in the form of 2 boxes of rice fields with an area 
of ​​1,491 M2 a.n. Suwarti, who is in Kp. Badran, Rt. 02/06, Badran Village, Kec. Kranggan, Temanggung Regency, Central Java with boundaries: West side     : Jln. Raya Temanggung – Magelang;
To the East      : PT. Shoenary Javanesia Inc.; North side      : Land Sumi / Former RM Supermarket / Hotel Cinde Mas; South side : PT. Shoenary Javanesia Inc.

The panel of judges in the a quo case said: "To conduct a Field Session or Local Examination in Badran Village, just wait for further notification later from the Temanggung PA".

More see at :
https://youtu.be/0PKeMNjhHYg
 
 
 
 
 



		

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *