202003.22
0
0

Seribu Pelajaran Indah Dari Ijtima Asia Pakatto, Sulawesi Selatan

Alhamdulillah, itu kata yang paling tepat untuk diucapkan. Di balik tangisan sedih, terkejut, kecewa, dan seribu satu perasaan yang berkecamuk di dalam dada dan susah untuk dilukiskan.

Betapa hebatnya pengaturan Alloh Subhanahu Wata’ala.

  1. Di awal musyawarah persiapan ijtima, hampir putus tempatnya di Cikampek. Selanjutnya, dengan berbagai pertimbangan, dialihkan ke Pakatto ini. Nggak kebayang, kalau di Cikampek, Nggak akan ada sejarahnya ijtima seperti ini. Dari awal hampir pasti langsung tutup total.
  2. Walaupun dari awal sudah diumumkan bahwa ijtima akan mulai tgl 19 hingga 22 Maret 2020, kenyataannya berkata lain. Banyaknya peserta yang datang dengan kapal laut, membuat mereka harus datang lebih awal. Dan akhirnya, dari tgl 17 secara de facto ijtima telah dimulai.
  3. Semua Masyaikh dalam musyawarah awal akan masuk Indonesia tgl 19 Maret 2020. Terjadi perubahan, para masyaikh India lebih dahulu datang, 17 Maret 2020 mereka sudah sampai di lokasi medan ijtima.
  4. Tgl 18 Maret 2020 ba’da Ashar Masyaikh sudah bayan pembukaan ijtima. Karena memang dari pemerintah mempersilakan asalkan diisolasi pesertanya. Karena nggak mudah memindahkan dan mencari tempat untuk orang sebanyak itu.
  5. Tgl 18 Maret 2020 Maghrib bayan tasykil seperti biasa juga.
  6. Tgl 19 Maret 2020 Shubuh bayan Shubuh enam sifat. Disambung waktu Dhuha halaqah taklim.
  7. Tgl 19 Maret 2020 jam 11 siang , dalam musyawarah disampaikan laporan akhir hasil pertemuan dengan pemerintah yang berlangsung malam hari hingga jam 01.00 dini hari. Dilanjutkan lagi pagi harinya hingga jam 10.00.

Hasilnya adalah bahwa Bapak Gubernur sudah menyiapkan hotel untuk para tamu luar negeri  beserta kendaraan pengangkutan dan Asrama Haji utk tamu dalam negeri.

  1. Setelah meminta masukan dari banyak peserta, H Faruq Bangalore (yang sudah mulai aktif dakwah sejak zaman Maulana Yusuf) menegaskan: aturan baku dakwah kita di antaranya adalah: tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang melanggar aturan negara. Apalagi dari pengalaman beliau, pemerintah Indonesia sangat kooperatif dengan kegiatan dakwah ini sejak puluhan tahun lampau. Dan di Pakatto ini sendiri sangat banyak sudah bantuan dari pihak TNI, Polri maupun Sipil untuk kesuksesan Ijtima.

Ini adalah keadaan yang Alloh SWT adakan di luar sekenario kita dan pemerintah. Maka kita hadapi sesuai dengan tuntunan para Masyaikh pendahulu kita.

Maka diputuskan, setelah zhuhur nasehat singkat, doa penutupan, disusul dengan pengaturan keberangkatan, baik yang akan pulang atau pun yg akan keluar di jalan Allah.

  1. Sesuai rencana, zhuhur itu terasa hujan tangisan dalam doa. Sudah lama tidak kedengaran Isak tangis doa dalam ijtima seperti ini. Hari ini, Alloh SWT hadirkan lagi. Selanjutnya, peserta perlahan-lahan meninggalkan lokasi. Tamu luar negeri ke hotel. Kawan-kawan lokal berkemas untuk keberangkatan dan ada juga transit di Asrama Haji.
  2. Saat pencarian tiket kepulangan para Masyaikh ke India, baru sadar bahwa flight Indonesia ke India sampai akhir bulan ini tinggal satu penerbangan, esok hari. Subhanallah, tidak perlu dijelaskan pengandaiannya.
  3. Beberapa orang lapangan laporan, andaikan dilangsungkan sampai hari Ahad, Nggak kebayang pada di mana tinggal para peserta. Ini saja sudah Nggak ketampung. Puncak kehadiran diperkirakan hari Sabtu. Sesuai dengan kemudahan cuti dan jadwal pesawat. Alloh SWT maha mengatur.

Tatkala amal diniatkan untuk akhirat, tidak ada kata sia-sia. Tidak sekali dua kali perjalanan perjuangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengalami peristiwa yang menjadi teladan.

*Perjalanan Thaif. Harapan mendapat tempat dan dukungan untuk dakwah, justru pengusiran dan lemparan batu yang beliau terima. Apakah akan dinilai perjuangan sia-sia? Na’udzu Billah

*Perjalanan umrah Hudaibiyah. Dicegat di jalan, hingga akhirnya sesuai perjanjian, beliau dan para sahabat kembali ke Madinah tanpa sempat menginjakkan kaki di Makkah. Apakah akan disebut perjalanan sia-sia? Na’udzu Billah.

*Perjalanan ke Tabuk. Perjalanan dengan persiapan dan jarak yang luar biasa. Para sahabat siap untuk mati sebagai syahid. Kenyataan berbicara lain. Peperangan sama sekali tidak terjadi. Dan itu bukan berarti kegagalan.


Seorang penulis memberikan penilaian:

Meski sangat melelahkan dan tidak terjadi pertempuran apapun, ekspedisi itu ternyata tidak sia-sia. Besarnya jumlah pasukan menanamkan kesan kuat di seluruh Semenanjung Arab bahwa kemampuan Nabi mengerahkan pasukan memang luar biasa. Kewibawaan dan posisi politik Nabi Muhammad pun semakin kuat.

Baca selengkapnya di artikel “Ekspedisi Tabuk yang Memperkuat Posisi Islam di Jazirah Arab “, https://tirto.id/cKML.

Masyaikh telah bersiap berangkat esok hari. Merapat ke airport. Banyak pula jamaah yang telah berangkat menuju rutenya. Tak sedikit kawan-kawan yang baru datang dari berbagai kawasan.

Sekali lagi saya ingin sampaikan kepada kawan-kawan seperjuangn: pengorbanan kalian tidak ada yg sia-sia. Jangan menyesal menjadi pelaku dan saksi sejarah ijtima yang sangat bernilai ini. Jangan hiraukan penilaian manusia, dari awal kita bekerja dakwah hanya untuk Alloh SWT, untuk membangun akhirat.

Semoga Allah pertemukan kita di ijtima yang akan datang ….kapan ???

Hanya Allah yang tahu. Dikutip dan copy paste dari tulisan Ustad  Harun Al Rosyid-Bandung (Pakatto, 19 Maret 2020  Jam : 22.33)


UNOFFICIAL TRANSLATION

How great is the arrangement of Alloh Subhanahu Wata’ala.

At the beginning of the Ijtima preparation meeting, it almost dropped out of place in Cikampek. Furthermore, with various considerations, it was transferred to Pakatto. I can’t imagine, if it were in Cikampek, there would be no history like this. It was almost certain to close completely from the beginning.

Even though it was announced from the start that ijtima will start from 19 to 22 March 2020, the reality is different. The large number of participants who came by ship made them have to arrive early. And finally, from date 17 March 2020 the de facto ijtima has begun.

All the masyaikhs in the initial deliberation will arrive in Indonesia on March 19, 2020. There was a change, the Indian masyaikhs first came, on March 17, 2020 they had arrived at the ijtima battlefield location.

On March 18, 2020, Ashar Masyaikh is already in charge of opening ijtima. Because indeed the government is invited as long as the participants are isolated. Because it’s not easy to move and find a place for that many people.

March 18, 2020 Maghrib bayan tasykil as usual too.

March 19, 2020 Fajr bayan Fajr six properties. Continued when morning halaqah taklim.

On the 19th of March 2020 at 11 noon, the final report of the results of the meeting with the government was held at night until 01.00 in the morning. Continued again in the next morning until 10:00.

The result is that the Governor has prepared a hotel for foreign guests along with transport vehicles and Hajj Dormitory for domestic guests.

After asking for input from many participants, H Faruq Bangalore (who has been active in preaching since the Maulana Yusuf era) asserted: the standard rules of our da’wah include: not carrying out activities or activities that violate state rules. Especially from his experience, the Indonesian government has been very cooperative with this missionary activity since decades ago. And in Pakatto itself, there has been a lot of assistance from the TNI, Polri and Civil Employees for the success of Ijtima.

This is a situation that Alloh SWT is holding outside our scenario and the government. Then we face it in accordance with the guidance of our predecessors.

Then it was decided, after a short zhuhur advice, closing prayer, followed by arrangements for departure, both those who were going home or who were going out in the path of Allah.

According to the plan, the noon was crying in the rain of tears. It hasn’t been long since the sobs of prayer in ijtima like this. Today, Alloh SWT presents again. Next, participants slowly left the location. Foreign guests to the hotel. Local friends pack for departure or went to Hajj Dormitory of Makassar.

When searching for return tickets for Masyaikhs to India, it was realized that Indonesian flights to India until the end of this month had only one flight, tomorrow. Subhanallah, there is no need to explain the presupposition.

Some people report the field, if it was held until Sunday, Not imagined where the participants lived. This isn’t enough. The peak attendance is expected on Saturday. In accordance with the ease of leave and aircraft schedules. God Almighty set.

When charity is intended for the life of hereinafter, there is no word in vain. Not once or twice the journey of the struggle of the Prophet sallallaahu alaihi wasallam experienced an example of events.

An author gives a rating:

Although it was very tiring and there wasn’t any fighting, the expedition was not in vain. The large number of troops instilled a strong impression throughout the Arabian Peninsula that the Prophet’s ability to deploy troops was indeed extraordinary. The authority and political position of the Prophet Muhammad was even stronger.

Read more in the article “Tabuk Expedition that Strengthens the Position of Islam in the Arabian Peninsula”, https://tirto.id/ekspedisi-tabuk-yang-memperkuat-posisi-islam-di-jazirah-arab-cKML.

Indian Masyaikhs are preparing to leave tomorrow. Docked to the airport. Many pilgrims have left for the route. Not a few friends who have just come from various regions.

Once again I want to say to my friends in arms: your sacrifice is not in vain. Don’t be sorry about being a valuable actor and witness to the history of ijtima. Do not pay attention to human judgment, from the beginning we are working only for Alloh SWT, to build the afterlife.

May Allah bring us together in the future ijtima …. when ???

Only God knows. Quoted and copy paste from the writings of Ustad Harun Al Rosyid-Bandung (Pakatto, March 19, 2020 Hours: 22.33)











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *