202007.22
0
0

SUPARJO GURU SDN MEKARSARI 04 TAMSEL LAKUKAN KBM SECARA DARING

Suparjo Guru SDN Mekarsari 04 Lakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Secara Daring.
Kabupaten Bekasi- Suparjo SPD,MM Guru SDN Mekarsari 04, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi   Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Menggunakan Daring dalam mengantisipasi pandemi Covid-19.

Menurut Keterangan Suparjo SPD,MM Pada  Awak Media MJA, Seakan Menjadi sebuah studio yang memungkinkan bagi sang guru untuk “berjalan-jalan” mengunjungi setiap peserta didik sementara peserta didik yang lain dapat “menguping” dan ikut belajar dari setiap diskusi yang terjadi antara sang guru dan peserta didik. Pemanfaatan LMS juga membuat pendidik bukan lagi satu-satunya sumber belajar tapi peserta belajarpun bisa jadi sumber belajar.
Ketika sang guru mendorong setiap peserta didik untuk mencari bahan-bahan referensi mereka sendiri lalu diunggah di LMS maka sumber belajarpun jadi makin melimpah.
Peran pendidik yang kedua adalah sebagai kurator, sang guru dapat mengumpulkan, memilah dan memilih sumber-sumber belajar yang ia pandang akan berguna dan melengkapi pengetahuan peserta belajar. Ia dapat mengeksplorasi bahan ajar dalam bentuk teks, gambar maupun video dari Internet, karya peserta didik tahun sebelumnya atau video yang merupakan hasil rekaman ia sendiri dan banyak lagi. Dengan hadirnya sumber-sumber belajar yang sudah terkurasi maka peserta belajar dapat bertemu dengan sumber-sumber pengetahuan yang bukan saja sesuai tapi sungguh bermutu karena melalui proses kurasi terlebih dahulu.
Melalui kurasi guru dan teknologi sebuah “perpustakaan sekolah” dapat dihadirkan di setiap ponsel cerdas atau laptop peserta didik. Peran yang ketiga adalah sebagai “Administrator Jaringan”. Peran ini meletakkan guru sebagai desainer dan pengelola jejaring yang akan menfasilitasi peserta belajar untuk mengalami pengalaman belajar yang maksimal. Guru mengumpulkan, memilah dan memilih sumber-sumber belajar dan kemudian menciptakan serangkaian “konektivitas” untuk peserta didik sehingga mereka dapat “berselancar” melalui jaringan tersebut dan bertemu dengan sumber-sumber belajar yang pada akhirnya membawa mereka pada pengetahuan yang dituju. Gurulah yang mengadministrasi “jaringan-jaringan” belajar tersebut.
Peran ini menuntut kemampuan guru untuk paham bahan ajar, paham pedagogi, paham teknologi dan juga paham fitur-fitur yang ada di dalam sebuah LMS sehingga pengalaman belajar melalui teknologi jadi sebuah pengalaman belajar yang bermutu dan juga asyik untuk peserta didik. Peran yang terakhir adalah peran pendidik sebagai “Concierge”, ini memberikan arti bahwa guru memiliki peran sebagai “help desk” untuk peserta didik apabila mereka mengalami kesulitan, “tidak tahu arah” atau “tersesat” dalam proses belajar melalui teknologi. Kesimpulan yang dapat kita tarik adalah terdapat banyak peluang untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermutu melalui pembelajaran daring namun untuk itu kita harus bisa memiliki para pendidik yang siap dalam memanfaatkan pedagogi era teknologi dan juga siap dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan peserta didik.
Siswa SDN Mekarsari 04 Sejak Hari Senin 20 Juli 2020 Sudah Mengikuti Kegiatan Belajar Secara Online, Ungkap Suparjo,SPD,MM.
(mursin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *