202003.16
0
1

Syuro Indonesia mengundang untuk Hadir di Ijtima Pakatto, Sulawesi Selatan

Syuro Indonesia yang bermarkaz di MASJID AL MUTTAQIEN, Rt. 10/Rw. 1, Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14350 atau lebih dikenal dengan Jalan RS Paru-Paru Ancol, Jakarta Utara, menggelar Ijtima Asia di Pakatto, Sulawesi Selatan pada tgl 19-22 Maret 2020.

Ijtima Asia di Pakkatto adalah takaza utk Ummat Islam Indonesia dan Asia.
Para Masyaikh kebanyakan sudah sepuh-sepuh dan sangat uzur. Mereka semua dengan susah payah akan berusaha hadir dalam Ijtima ini.
Antara lain Maulana Ihsan yang sudah sangat sepuh dan uzur. Sehingga untuk mencapai ke Makassar pun dari Pakistan pada saat tiba di Cengkareng terpaksa mesti transit semalam dulu di daerah Cengkareng sebelum terbang lagi ke Makassar. Betapa kita bisa bayangkan mujahadah perjalanan beliau-beliau (para masyekh sepuh) ini.

Maka sangat tidak layak bagi kita (Karkun-karkun/pekerja dakwah khususnya) tetap tinggal di rumah, di toko, di kantor dan lain lain tempat dengan tidak menghadiri Ijtima ini, sementara mereka hadir dari negeri yang jauh dan penuh perjuangan untuk sampai ke medan Ijtima.

Bukankah kita sudah mengetahui dalam sejarah yang diabadikan dalam Al Quran untuk menjadi pelajaran bagi ummat sampai akhir zaman bahwa ada 3 Sahabat yang tidak menyertai takazah ke Tabuk kemudian diboikot atas perintah Alloh SWT?

Dua hari yang lalu saya diminta hadir dlm pertemuan Para Petinggi Negara di Bogor. Saya diminta menjelaskan tentang Ikhtilaf dalam Tabligh saat ini SISTEM SYURO DAN SISTEM KEAMIRAN (SA dan MS) dan tentang Ijtima Asia di Pakatto, Sulawesi Selatan.

Saya jelaskan sekitar 1 jam. Beliau-beliau mendengarkan dengan penuh perhatian. Setelah saya selesai menjelaskan,  Beliau-beliau pindah ruangan untuk briefing khusus untuk merespon penjelasan saya.
Setelah itu mereka kembali ke ruangan dan satu orang mewakili mengatakan sbb:

“Setelah kami mendengarkan penjelasan Pak Muhammad Muslihuddin kami mendukung dan mensupport supaya Ijtima Asia di Pakkatto diteruskan sesuai jadwal yg telah ditentukan…”

Ini adalah pernyataan Para Petinggi Negara RI dan sdh saya laporkan kepada Para Masyaikh di Rewind, Pakistan. Para Masyaikh sangat gembira dengan berita ini bahkan Para Masyaikh mempercepat kehadiran ke Indonesia, yang rencana semula akan tiba tgl 19 Maret diajukan menjadi tgl 17 Maret 2020.

Untuk itu kepada semua Temen-teman…Karkun-karkun…Para Da’i jangan ada keraguan sedikitpun untuk hadir.. .. kuatkan tekad untuk hadir di Ijtima Pakatto, Sulawesi Selatan.

Semoga Alloh SWT memudahkan Anda semua. Memberikan perlindungan, keamanan dan barokah… Aamiin…!!!

Maka kepada Karkun yang sehat dan punya biaya harus berangkat.

Kepada Karkun yang punya biaya lebih traktir Kakun lain yg kurang biaya.

Kepada Karkun yg Sehat tdk punya biaya pinjem utk ongkos hadir ijtima (tp hrs bayar).

Kepada Karkun yg tdk punya biaya dan tdk dpt pinjeman, keluar di halaqohnya selama masa Ijtima.

Kepada Karkun yg punya biaya tapi uzur sakit yg menyebabkan terhalang maka biayanya diserahkan kepada Karkun yg kekurangan.

Kepada Karkun yg uzur dan tdk punya biaya kalau msh bisa ke Madjid I’tikaf di Masjid selama ijtima.
Dan jika sdh tdk bs ke Masjid tinggal dirumah buat amalan: Puasa sholat hajat bacaYasin berdoa utk suksesnya Ijtima. Utk kelancaran dan keamanan Ijtima.

Demikian juga anjurkan utk keluarga : istri anak cucu utk buat amalan itu.

Semua spy ambil bagian dlm ijtima menurut kemampuan seperti uraian tsb.

Smg Allah swt memberikan Taufiq kpd kita semua… Aamiin….!!!

Akhirul kalam…
Corona itu adalah makhluk Allah swt mereka bergerak, menyakiti, membunuh dg perintah Allah swt.

Jika seseorang dlm daftar yg hrs mati oleh corona tdk bisa menghindar.
Bahkan klo mati sdg di jalan Allah mati Syahid. Langsung jalan toll masuk Sorga…! Tp jika telah menjadi target mati dalam taqdor Allooh oleh corona, krn takut corona kemudian membatalkan niyat membatalkan niyat hadir ijtima trs pulang…mk corona akn mengejar mencari ke rumahnya…dan mati juga kan? Tp klo matinya dirumah jd nya mati apa…?

Jangan takut corona..kita selalu targhib: “Allah Kuasa Makhluk tidak Kuasa…!” Datanglah ke tempat Ijtima Pakkatto dgn gagah berani sebagai pejuang penerus Para Nabi dan Para Rosul SAW dan Para Sahabat r.anhum dgn percaya diri dan bertawakkal kpd Allah swt… Aamiin…!

A.n. Syuro Indonesia

Muhammad Muslihuddin Ja’far


UNOFFICIAL TRANSLATION

Syuro Indonesia, residing in AL MUTTAQIEN MOSQUE, Rt. 10 / Rw. 1, Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, North Jakarta, DKI Jakarta 14350 or best known as Jalan RS Paru-Paru Ancol, North Jakarta, held Ijtima Asia in Pakatto, South Sulawesi on March 19-22, 2020.

Ijtima Asia in Pakkatto is a takaza for Indonesian and Asian Muslims.
The Masyaikhs are mostly elderly and very elderly. All of them will try hard to attend this Ijtima.
Among others, Maulana Ihsan, who is very elderly and elderly. So to reach Makassar from Pakistan when they arrived at Cengkareng, they had to transit overnight in the Cengkareng area before flying again to Makassar. How we can imagine the mujahadah of their journeys (the eldest).

So it is not appropriate for us (Karkun-karkun / da’wah workers in particular) to stay at home, in shops, in offices and other places by not attending this Ijtima, while they come from a distant country and full of struggle to get to the Ijtima field .

Did not we already know in history that is enshrined in the Qur’an to be a lesson for the Ummah until the end of time that there are 3 Companions who did not accompany the takazah to Tabuk then boycotted by Allah’s command?

However, two days ago I was asked to attend a meeting of State Officials in Bogor. I was asked to explain about Ikhtilaf in the current Tabligh SYURO SYSTEM AND SECURITY SYSTEM (SA and MS) and about Ijtima Asia in Pakatto, South Sulawesi.

I explain about 1 hour. They listened attentively. After I finished explaining, they moved to another room for a special briefing to respond to my explanation.
After that they returned to the room and one person represented saying as follows:

“After we listened to Mr. Muhammad Muslihuddin’s explanation, we strongly support  Ijtima Asia in Pakkatto be continued according to a predetermined schedule …”

This is the statement of the State Officials of the Republic of Indonesia and I have reported it to the Masyaikhs in Rewind, Pakistan. The Masyaikhs were very happy with this news, even the Masyaikhs accelerated their presence in Indonesia, which originally planned to arrive on March 19 was submitted to March 17, 2020.

For that to all friends … Karkun-karkun … Da’i don’t have the slightest doubt to be present … … make a determination to be present at Ijtima Pakatto, South Sulawesi.

May Allah SWT make it easier for you all. Providing protection, security and blessing … Aamiin … !!!

Then the healthy and costly Karkun must depart.

To Karkun, who has more money, treat another brother who has less money.

Healthy Karkun has to borrow costs for the cost of attending ijtima (but must pay).

To Karkun who had no money and could not be borrowed, came out in halaqoh during Ijtima.

To Karkun who has money but who is sick, which is obstructed, the cost is left to the defective Karkun.

To Karkun who is elderly and has no money if he can still go to the I’tikaf Madjid in the Mosque for ijtima.
And if you have not been able to go to the mosque, stay at home for practice: Fasting, prayer, reading, Yasin pray for the success of Ijtima. For smooth and safe Ijtima.

Likewise encourage family: wife, children and grandchildren to make the practice.

All spies take part in ijtima according to abilities such as the description.

May God Almighty gives Taufiq to all of us … Aamiin …. !!!

Akhirul kalam …
Corona is a creature of Allah they move, hurt, kill by Allah’s command.

If someone on the list who has to die by corona cannot escape.
Even if you die in the way of Allah, you will be Syahid. Direct toll road into Heaven …! But if it has become a target of death in taqdir Alloh by Corona, because of fear of Corona then cancel the intention of canceling the present Ijtima then go home … then Corona will pursue the search for his house … and die too right? But if you die at home, what do you die for …?

Do not be afraid of corona … we always targhib: “Allah, the Almighty, the Almighty …!” Come to the place of Ijtima Pakkatto bravely as a successor to the successors of the Prophets and the Prophets and the Companions with confidence and trust in Allah SWT … Aamiin …!

For and on behalf of Indoneisan Syuro

Muhammad Muslihuddin Ja’far

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *